Bukan Media Sosial

Assalamu’alaykum wr. wb. Good pagi selamat morning bagaimana kabar kita hari iniii….semoga sehat wal afiat sukses dan berkah aamiin, enaknyaa ngomongin apa ya? Hmmmm…ya sudah kita agak melenceng dari judul aja…kita ngomongin media sosial. Betewe apa sih media sosial itu? Pada tau nggaak…pasti ngejawabnya “yaa media sosial ituu, kek fesbuuk, twiter, path, instagraam….” Yaa elah itu anak SD juga ngartii, mbok ya cerdasan dikiit ngejawabnya. Niih ane kasih tau apasih media sosial itu “ehm ehm #ngerapiin dasi, dengerin yeee, biar ngartii.

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blogjejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. (Wikipedia)

Ntuuu kalo ditanya dijawab kek gituu, jangan tet toot mulu…

Oke…nah banyak sekali media – media sosial yang bermunculan setelah internet mendunia, dulu ada multiply, Friendster, facebook, plurk, intagram, twitter whatsapp, line, kakao path dan masih banyak lagi. Semua dapat kita gunakan secara bebas selama kina terhubung secara on line. Menurut statistik , Indonesia termasuk 10 besar negara – negara pengguna media sosial apapun itu.

Pada dasarnya media sosial ini memang bertujuan mendekatkan yang jauh, nah kalau kita lihat profil geografi Indonesia dan melihat alat komunikasi di masa lalu tentunya media ini sangat berguna bagi penduduk kita untuk menjangkau satu sama lain yang nota bene menurut sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia adalah 237 juta sekian, dengan semakin terjangkaunya fasilitas komunikasi ini tak pelak perkembangan dari segi pembangunan, ekonomi, dan sosial akan semakin meluas.

Disamping manfaat posistif dari meluasnya perkembangan media sosial tidak dipungkiri bahwa hal-hal negative selalu membersamai kemanfaatan, kebebasan budaya barat yang sering bertolak belakang dengan budaya kita terutama agama kita dengan mudahnya menular seiring pemanfaatan media sosial tersebut. Sebagai contoh info-info yang menjurus ke arah pornografi…hmmhh…dan hal-hal negative inilah silent killer budaya kita, merusak jiwa generasi muda kita.

Menurut data BPS komposisi penduduk yang paling banyak adalah pada usia 5-24 tahun, nah apa jadinya kalau anak-anak pemudi pemuda kita gampang sekali terpengaruh oleh semua hal negative itu, mau jadi apa negara ini? Mungkin sebagian dari anda berpendapat…”nggak semuanya kek gitu kok”…dan saya rasa itu adalah pernyataan permisif yang patut kita hindari, karena pengaruh itu akan selalu dan selalu ada. Terus apa solusinya doonk…muliailah dari diri anda untuk menghindari hal-hal negative yang ditimbulkan oleh media sosial saat ini juga titik, ketika anda sudah memulai berarti anda akan menularkan ke orang lain.

Tulisan ane yang diatas serius bingits yak…hihihihi…tapi bener loh coba tengok facebook, twitter, path dan semacamnya…isinya adalah update status, nyeritain masalah, ngomongin orang, nyela orang, meratap, pamer…terus apa lagi…ada siih yang isinya baik tapi cuma segelintir orang bener nggak? Bentar ane mo nanya nih…Terus kalau ente mo update status ente bakal naiiik statusnya, kalo ente nyeritain masalah bakal kelar tu masalah, apa lagi yg lain lain…. Hadeeeeh Indonesia iniii, enggak anak – anak, emak – emak Bapak – bapak, anak buah, pejabat….entah berapa kali jempol-jempol di Indoneisa ini menyentuh keypad, layar ato keybord dengan penuh kesia siaan…..Mendingan nge blog ya nggak? wkwkwkwkwk, padahal hamper setahun lebih nggak nyentuh, tapi tak apalah setidaknya meskipun tulisan ane ini nggak ada anak kalimat induk kalimat, koherensi, kata kata yang baku dan anda semuaaa nggak tahu apa isinyaa….ngoahahaha…yang penting tetep nulis

Kembali ke leptop dulu…

Semoga kecerdasan kita selalu membimbing kita untuk memanfaatkan semua media sosial dengan baik dan cerdas, setidaknya jadilah makhluk Indonesia yang cerdas, kalo nyereweeet terus di medsos kapan realita ini akan kita perhatikan, manfaatkan kata katamu untuk membangun Indonesia dengan kebaikan…

Sekarang kita lihat dulu niih

Rasulullah bersabda

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Siapakah orang muslim yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.’

Masalahnya zaman sekarang mulut udah jarang kepakai yang kepakai adalah jempol…

So………

Manfaatkanlah jempolmu dengan sebaik baiknya jagalah dia jangan sampai jempol dan mulutmu itu membawa dirimu menjadi bahan bakar neraka…..uwihhh seremnyaaaa….

Yang diatas ini serius amat pak….woless doonk…

Emang neraka itu nggak serius….nah looooo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s