Jangan Pernah Lupakan

Kesempatan dan pilihan itu berjalan beriringan mesra dengan waktu, dan kita selalu dituntut untuk memilih atas kesempatan tersebut. Namun sebagai manusia sering kita terbuai oleh waktu yang dalam bayangan benak kita tidak pernah habis, inilah kesalahan yang semakin memperburuk kualitas seorang manusia. Berbicara masalah waktu, kesempatan dan pilihan menjadi sebuah polemik tersendiri dengan berbagai pemahaman dan pembahasan yang berbeda-beda, sejenak kita tarik kebelakang dalam Surat (Addzariat:56) Alloh berfirman, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku, inilah sebenarnya fitrah makhluk kepada sang khalik. Dalam upaya seorang makhluk beribadah mengabdi, Alloh telah memberikan gambaran yang jelas bagi kita

Dalam proses mengabdi dan beribadah Alloh memberikan sebuah misi yang harus di kerjakan oleh setiap manusia, apakah itu? Alloh berfirman Surat (Al Hasr : 18), Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sering kali dalam perjalanannya manusia menemui halangan dan rintangan, kesempatan dan pilihan yang harus dihadapi, semakin hari nafas semakin habis, tahun, bulan, hari, dan detik semakin habis dan kesempatan yang diberikan semakin sedikit.  orang-orang yang beruntunglah  yang menyadari hal itu, yang menjadikan nafas tak sia, waktu tak sia, kesempatan tak sia, Orang yang menghabiskan setiapa nafasnya untuk Alloh, orang yang menghabiskan setiap waktunya demi Alloh, dan orang yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan dari Alloh.

Dikala kealphaan iman yang membuat seorang manusia hilang akan sebuah harapan, beranggapan bahwa  semua kesempatan yang datang telah hilang, sangat sering kali kita berfikiran “Kenapa Alloh memberikan cobaan ini padaku?”; “Dosa apa aku ya Alloh?” yang pastinya pernyataan itu sangat tidak pantas di ucapkan seorang hamba naudzubillah mindzalik, kealphaan inilah yang membuat seorang manusia dapat dengan mudah ingkar, padahal ketika seseorang sadar, mau memahami ayat-ayat Alloh, Alloh lah tempat kita memohon pertolongan. Dalam surat (Al  Baqarah : 214) Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat itulah firman Alloh yang menjelaskan bahwa pertolongan itu digaransi oleh Alloh. So masih kah kita bertanya siapa yang berdosa, kenapa?, siapa yang gak adil? sehingga kemana waktu yang selama ini di buang, kemana kesempatan yang telah hilang, jawabannya adalah manusia itu sendirilah yang mendzolimi dirinya dan Alloh.

Dalam Surat (Al-An’am:135),  Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan, sungguh Alloh Maha Pengasih dan Penyayang, kesempatan dan pertolongan dari Alloh selalu ada untuk makhluknya, tinggal bagaimana kita seorang makhluk tahu dan sadar betapa Alloh Maha Mengasihi makhluk-Nya, jadi janganlah sebagai manusia kita memilih berkhianat pada Alloh dengan membuang-buang waktu dan kesempatan yang merupakan karunia Alloh dengan berbagai kemaksiatan yang menjadikan kita alpha dan buta akan semua hal itu yang akan menimbulkan ratapan dan penyesalan.

Ketidak mampuan menjaga diri dan iman, menyalahkan dan menyalahkan atas semua ratapan dan penyesalan itulah kebanyakan manusia, alangkah sangat amat malu kita pada Alloh. Ketika seorang manusia merasa sangat jauh dengan Rab-nya, alangkah sangat disayangkan tentunya, namun bagaimana bisa seorang manusia mendekat kalau semua kelaphaan iman dan kepentingan duniawi membatasi dirinya untuk  mencintai-Nya. Hal ini diperparah dimana cinta ini selalu pupus tatkala semua usaha dirusak oleh maksiat dan dosa-dosa yang semakin besar, tersesat ditengah gurun yang gersang hanya melihat dan mengagumi fata morgana yang lebih indah dan nikmat dari pada oase yang menyejukkan hati itulah ibaratnya, naudzubillah mindzalik semoga kita dijauhkan dari semua hal itu.

Ya Alloh pemilik seluruh kaunia, karuniakanlah kami waktu, kesempatan yang baik dan bermanfaat yang menjadikan kami selalu mengabdi dan mengerahkan cinta kami pada Mu, Ya Alloh Yarrohmaan Yarrohiim kasihi dan sayangilah kami agar kami selalu bersyukur dan tidak kufur atas seluruh nikmat yang Engkau limpahkan pada kami. ampunilah semua dosa dan khilaf kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s