SEANDAINYA ENGKAU HALAL BAGIKU

Yepp…apakah yang ada di benak kita ketika membaca tulisan ini? Pernikahan, halal-nya seorang perempuan bagi anda atau malah hal-hal yang lain. Silahkan punya persepsi masing-masing, coba kita melihat kata seandainya “emmm…” berarti kita hanya mencoba untuk berfikir dan membayangkan ada apa setelah kata ”seandainya” itu dan ternyata kata itu adalah “engkau halal bagiku.

Sebenarnya apakah ada yang salah dengan kalimat ini, sebagai orang muslim kita semua tahu bahwa dalam berucap, berucaplah yang bermanfaat atau diam. Dan apakah kata seandainya ini memang harus keluar ketika kita ingin berucap, mari sedikit kita bahas. Disini saya mengutip pendapat seorang ulama

Bentuk pengandaian terlarang yang lainnya yaitu apabila ditujukan untuk:

(1)  Menentang hukum syari’at. Seperti ucapan kaum munafik yang membelot dari pasukan kaum muslimin, “Seandainya mereka (para sahabat) menaati kami (membelot dan tidak taat kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam) niscaya mereka tidak akan terbunuh (dalam perang Uhud)”. Ucapan ini haram dan bahkan bisa menjerumuskan ke dalam kekafiran

(2)  Menentang takdir. Seperti ucapan, “Seandainya aku tidak dilahirkan oleh ibuku”. Perkataan semacam ini haram karena di dalamnya terdapat penolakan terhadap takdir.

(3)  Beralasan dengan takdir untuk melegalkan kemaksiatan. Seperti perkataan orang-orang kafir, “Seandainya Alloh ingin niscaya kami tidak akan berbuat syirik” (Al An’aam: 148) Ini jelas batil dan haram hukumnya.

(4)  Untuk berangan-angan yang tercela. Misalnya dengan berkata, “Seandainya aku punya uang aku akan membeli khamr”. Maka dengan tekad dan ucapan semacam ini dia juga berdosa, sebagaimana orang yang benar-benar melakukannya mendapatkan dosa.—

Akan tetapi ada pengandaian yang diperbolehkan:

(1)  Berandai-andai dalam mengangankan sesuatu yang terpuji. Misalnya mengatakan, “Seandainya saya punya harta saya akan bersedekah sebagaimana si fulan.

(2)  Berandai-andai untuk sekedar mengabarkan keadaan. Sepeti perkataan, “Seandainya kamu tadi datang pelajaran niscaya kamu mendapatkan faidah yang berharga.” Seperti sabda Nabi, “Seandainya kaummu bukan orang yang baru masuk Islam niscaya akan aku pulihkan bangunan ka’bah di atas pondasi yang diletakkan oleh Ibrahim.”

(lihat Al Qaul Al Mufid, Syaikh Al ‘Utsaimin dan Ibthaalu tandiid, Syaikh Hamad bin ‘Atiq rohimahumalloh)

Melihat seperti apa pengandaian yang benar seperti teori diatas dan kita bandingkan dengan pengandaian yang kita bahas. Pertama apakah tujuan dari pengandaian itu, dan seberapa besar manfaat dan mudharatnya (“terlalu jauh ngga sih..?”). Okelah mungkin kalau dilihat dari substansinya “Seandainya engkau halal bagiku” memang bagi orang yang iman-nya sedang lemah ada kesempatan untuk mengarah kepada hal yeng negatif.

Yaah…untuk menjaga ketulusan niat dan kebenaran dalam berusaha (semua hal yang kita kerjakan tergantung niat CMIIW..), dan untuk sedikit menjauhkan dari hal-yang negatif, seyogyanya kita ganti-lah redaksi pengandaian kita, “seperti apa…? yaaa yang jelas dan mateb sekalian gitu, seperti  “maukah engkau halal bagiku” (ini niih yang gentle….betul tidaak) atau “ya Alloh hamba-Mu memohon halalkanlah si fulan bagiku”(mudah2an Alloh mengabulkan)…naaah gitu kan lebih manteb.

Yang jelas segerakan-lah ketika sudah waktunya engkau untuk menyegerakan kehalalan dirimu bagi muhrim-mu….”jieeee”. EEE??!!…beneran kok!.

Sebuah kutipan dari sebuah ayat Al-Quranul kariim

English version….

And of His signs is that He created for you from yourselves mates that you may find tranquillity in them; and He placed between you affection and mercy. Indeed in that are signs for a people who give thought. (Q.S.30:21 ).

Niih bahas endonesa-nya…

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang “ (Q.S.30:21 ).

Btw surat ke 30 apa hayooo……

Beneeer Ar-Rum…

Naah lha wong di Alquran saja sudah difirmankan oleh Alloh bahwa telah diciptakan istri-istri (untuk mendapatkan seorang istri sudah pasti harus nikah dulu tho…?). hayooo saudaraku makanya cepet-cepet. Masa ga berani…? Hari gini ga berani….?

Bagi yang sudah mencoba dan belum berhasil berusaha terus, semoga kita mendapatkan apa yang terbaik bagi kita.

JANGAN CUMA BERANDAI-ANDAI TERUS.

Advertisements

3 thoughts on “SEANDAINYA ENGKAU HALAL BAGIKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s