emak dan bapak

Sesaat sedang berfikir “kenapa sih bapak dan ibu itu selalu rese’ yang inilah yang itulah, harus inilah harus itulah….ga capek apa ngomong itu terus….malees banget dengerinnya”. Yaa yang namanya anak yang memang kalah dari segi posisi ya mau gak mau harus manut “ iya pak, iya buk….nggih pak nggih buk” mungkin seperti itulah posisi kita selama ini. Barusan lihat film di TV tentang kisah seorang ibu yang menghidupi anak-anaknya sendirian, cukup terharu juga melihatnya walaupun hanya sebuah film, yang jelas keren sekali sang sutradara dalam menggambarkan karakter alami seorang ibu dalam film itu.

Pernah gak kita menyadari atau menyadarkan diri bahwa kenapa sih orang tua kok seperti itu, itulah orang tua yang selalu ingin anaknya lebih baik dari beliau dalam segala hal, tidak ingin melihat anaknya menderita sedikitpun, tidak ingin anaknya terjerumus ke hal-hal yang buruk, pernahkah kita berfikir kenapa bapak, ibuk bekerja keras setiap hari untuk apa dan siapa jawabannya hanya satu untuk anak-anakkku pastinya. Namun apakah yang dikatakan anak pada orang tua nya “bapak ibu egois ga punya perasaan, ga pengen anaknya seneng, anak kok dikekang terus dan lain sebagainya”. Tersenyum juga kalau membayangkannya, ternyata memang bener pepatah mengatakan bahwa “kasih sayang orang tua sepanjang jalan kasih sayang anak sepanjang galah”. Seandainya kita di berikan ingatan yang jelas mulai dari ketika kita lahir ke alam dunia ini sampai kita seumuran sekarang mungkin perasaan kita akan sedikit sadar betapa usaha yang dilakukan oleh orang tua kita selama ini adalah demi kebahagiaan dan kebaikan seorang anak.

Kasih ibu Kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

Sebuah lagu yang terkenal di kalangan anak TK, liriknya lumayan singkat tapi isinya begitu padat. Disinilah sang pengarang melukiskan kasih sayang seorang ibu dengan sangat bagus.

Sebuah petikan lagu tentang ibu

Hari-hari sudahpun berlalu

usiamu makin bertambah

seorang ibu sudah semakin tua

namun tetap berkorban demi sesuap rezeki

agar sempurna hari depanmu…..(raihan)

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintangan demi aku anakmu

Ibuku sayang tetap terus bejalan

Walau kakimu penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan…(Iwan Fals)

Lagu tersbut sudah mewakili bagaimana kisah seorang ibu dalam hidupnya, entah dia kaya, miskin, baik, buruk dalam hal kasih sayang semuanya sama. Panjang sekali jika ingin bercerita mengenai kisah perjuangan seorang ibu dan bapak demi anaknya.

Ngomong-ngomong sudah berapa tahun usia kita sekarang? Di usia kita saat ini pernahkah kita membuat sebuah senyuman di wajah ibu kita? di wajah ayah kita? Sebuah senyuman senang, bangga dan bahagia karena memilki seorang anak sperti kita…………………………………………………………………………………………………….

Yang jelas maafkan anakmu ini Bapak Ibu nyuwun ngapunten ingkang katah atas semua kekecewaan, kesalahan, kekhilafan yang pernah ananda perbuat pada njenengan…..terimakasih atas semua kasih sayang yang telah engkau berikan kepada anak-anakmu, Do’amu harapan kami dan kasih sayangmu adalah hidup kami. InsyaAlloh dengan Do’a dan kasih sayangmu kami kan membuat senyuman itu terlukis di wajahmu wahai ibu dan bapak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s