My Second Family

Dalam keluarga inilah kali pertama kami rombongan remaja disambut dengan hangat diterima sebagai anggota keluarga. Sekumpulan remaja penuh potensi dengan perbedaan latar belakang pergi menuju satu harapan, harapan yang pasti dan telah dijanjikan.

Tahun 2005 bulan Agustus kami dikumpulkan di sebuah rumah di kota

Kediri, pada hari itu kami para calon mahasiswa yang telah lulus mengikuti seleksi masuk sebuah sekolah tinggi plat merah yang sarat akan gengsi bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari itu kami para mantan siswa yang sebagian besar berdomisili di kediri diperkenalkan satu sama lain, wajah dan nama-nama baru saling bertukar pikiran tentang pengalaman dan apa yang akan mereka lakukan ketika mereka sampai di tempat mereka menempa diri nanti.

Hari itu kami diperkenalkan dengan sebuah perkumpulan yang mungkin lebih tepat dibilang forum keluarga yaitu “KAMADIRI” kami dijelaskan mengenai seluk beluk forum tersebut, sungguh sebuah forum yang sangat menarik bagi kami. Forum ini bukanlah seperti forum-forum yang biasanya kami aktif di dalamnya karena KAMADIRI yang memiliki kepanjangan Keluarga Mahasiswa Kediri ini bukanlah organisasi semata, namun adalah sebuah keluarga yang tidak terikat apapun. Dalam keluarga ini terdapat benang merah berupa rasa kekeluargaan, persaudaraan, rasa kasih sayang yang mungkin jarang kita temui pada organisasi-organisasi sejenis. Rasa inilah yang membuat kami merasa bahwa inilah keluarga kedua kami, inilah saudara-saudara kami yang mungkin nantinya akan menjadi bagian dari kehidupan di kala kami menuntut ilmu.

Sekarang tiga tahun sudah kami melewati kawah candra dimuka kampus plat merah ini banyak sekali kenangan-kenangan bersama keluarga besar ini susah , senang, manis, pahit sungguh tiga tahun yang menyenangkan bagi kami. Entah kapan lagi kami bisa bersama-sama dalam canda, tawa, tangis itu. Mudah-mudahan KAMADIRI tetap utuh dan bahagia selalu bersama dalam suka dan duka, jadikan kebersamaan rasa saling memilki sebagai tiang-tiang yang memperkokoh tali persaudaraan, jangan sampai rasa ego-ego sektoral menyelinap dan mengikis rasa persaudaraan dalam keluarga ini dan menghilangkan SENYUM-SENYUM keahangatan itu………

itulah harapan kami…….

<?php the_content(‘Baca Selengkapnya…’);?>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s