C……kelas penuh kenangan
21 Aug
it’s all about us
17 Jun
Sebuah Tulang Rusuk
Sambil istirahat sejenak terkenang obrolan tadi malam bersama teman-teman, kita sedikit membahas tentang tulang rusuk tapi konteksnya dengan wanita. Kenapa disini saya sedikit penasaran karena khabar yang selama ini saya ketahui bahwa wanita memang dibuat dari tulang rusuk pria, karena rasa sedikit ingin tahu sebenarnya seperti apa, bagaimana dan kok bisa? Nah setelah surfing di dunia maya alias internet saya sedikit mendapat kejelasan, namun kejelasan-kejelasan ini belum bisa membuat saya yakin kalau belum mendapatkan penjelasan dari yang lebih tahu dan lebih mengerti.
Dari agama saya terdapat dasar yang menjadi pegangan hidup yaitu Al-Quran dan
Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta` yang saat itu diketuai Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu menjawab, “Zahir hadits menunjukkan bahwa wanita dan yang dimaukan di sini adalah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Pengertian seperti ini tidaklah menyelisihi hadits lain yang menyebutkan penyerupaan wanita dengan tulang rusuk. Bahkan diperoleh faedah dari hadits yang ada bahwa wanita serupa dengan tulang rusuk. Ia bengkok seperti tulang rusuk karena memang ia berasal dari tulang rusuk. Maknanya, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok maka tidak bisa disangkal kebengkokannya. Apabila seorang suami ingin meluruskannya dengan selurus-lurusnya dan tidak ada kebengkokan padanya niscaya akan mengantarkan pada perselisihan dan perpisahan. Ini berarti memecahkannya2. Namun bila si suami bersabar dengan keadaan si istri yang buruk, kelemahan akalnya dan semisalnya dari kebengkokan yang ada padanya niscaya akan langgenglah kebersamaan dan terus berlanjut pergaulan keduanya. Hal ini diterangkan para pensyarah hadits ini, di antaranya Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Fathul Bari (6/368) semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati mereka semua. Dengan ini diketahuilah bahwa mengingkari penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam tidaklah benar.” (Fatwa no. 20053, kitab Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta`, 17/10)
1 Al-Qadhi rahimahullahu berkata:
“Al-Istisha` adalah menerima wasiat, maka makna ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adalah aku wasiatkan kalian untuk berbuat kebaikan terhadap para istri maka terimalah wasiatku ini.” (Tuhfatul Ahwadzi)
2 Dalam riwayat Al-Imam Muslim rahimahullahu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((إِنَّ الْمَرْأَةََ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا))
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”
Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di masing masing kitab Shahih mereka, dari Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)
Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”
Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.
Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, pasti dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.
“Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).” (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)
Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.
Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia berilmu dan bertaqwa, karena nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Qs. An-Najm:4)
Sumber:
Majmu Fatawa wa Maqadat Mutanawwi’ah juz 5 hall 300-301, Syaikh Ibn Baaz Fatwa fatwa Terkini Jilid 1 Bab Perlakuan Terhadap Istri penerbit Darul Haq
Wanita tidak dicipta dari kepala laki-laki (Adam), supaya tidak melebihi atau mengungguli kodrat laki-laki. Wanita tidak dicipta dari kaki, supaya wanita tidak dihinakan oleh laki-laki atau diinjak laki-laki, karena dia adalah bagian dari tubuhnya. Wanita dicipta dari tulang rusuk laki-laki, karena memang untuk dijadikan pasangan laki-laki, menjadi pendamping laki-laki, menjadi kesenangan laki-laki, memperkuat dada laki-laki dan sekaligus menjadi penyeimbang hidup laki-laki, seperti itulah analoginya.
Tulang rusuk atau kita mengenalnya dengan tulang iga adalah tulang yang bengkok dan letaknya sangat dekat dengan jantung hati. Fungsi tulang iga adalah memperkuat dada dan melindungi hati. Dari sini kita mendapat hikmah dan pelajaran bahwa wanita yang sudah menjadi istri, dia mempunyai 2 tugas, yaitu:
1. Membuat suami kuat dadanya.
Dada adalah lambang keberanian dan keperkasaan. Karenanya, orang yang berani akan menantang lawannya dengan menepuk dada. Dada adalah tempat berkecamuknya segala rasa, ada rasa benci dan senang, ada rasa kesal dan jengkel. Maka dada harus luas dan tidak sempit, agar bisa menjadi arena untuk menyelesaikan pertengkaran segala macam rasa. Orang yang dadanya sempit akan sulit menyelesaikan masalah. Orang yang da-danya sempit mudah berputus asa, tidak punya optimisme, tidak punya semangat dan mudah sakit. Itu sebabnya, Nabi Musa ketika mendapatkan perintah untuk menyampaikan kebenaran di hadapan Fir’aun dan orang-orang bodoh, beliau berdoa kepada Allah:
Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataan-ku”. (QS. Thaha: 25-28)
Seorang istri harus menambahkan kekuatan suami, sehingga potensinya bisa bertambah dan berkembang menjadi berlipat-lipat. Seorang istri tidak hanya sekedar memberikan dorongan, tetapi dia menjadi bagian dari kekuatan dada suami. Jadi sesungguhnya wanita adalah dada suami.
Dada adalah kebanggaan, dan di dalam dada ada keberanian dan kekuatan dahsyat. Dada bagi wanita adalah kebanggaannya, dan menjadi kebanggaan suami.
2. Menjaga hati suami.
Hati adalah inti kehidupan. Di dalam hati ada keimanan. Di dalam hati ada kebahagiaan. Istri seharusnya makin mempertebal keimanan sua-mi. Istri seharusnya memberikan kedamaian dan kebahagiaan suami. Istri seharusnya menyenangkan hati suami. Istri seharusnya menjaga hati suami agar tidak berpaling ke lain hati. Karenanya orang yang sudah punya istri seharusnya hidupnya bahagia dan imannya semakin mantap.
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Allah menjadikannya diantara kamu rasa kasih dan sayang …” (Ar-Ruum 21).
Dari surat Ar-Rumm sudah jelas bahwa wanita terbentuk dari jenis yang sama dengna laki-laki, yaitu sesuai dengan Qs. Al-Mu’minun ayat 12-13 (baca sendiri ya J), dijelaskan bahwa manusia tercipta dari tanah dengan beberapa tingkatannya. Sudah jelas bahwa yang tercipta dari tulang rusuk laki-laki adalah hawa seorang. Setelah tahu wanita terbentuk dari tanah, lalu mengapa hadist itu tetap bernyanyi di telinga kita, sampai-sampai kita mengumpamakan seorang laki-laki adalah sang pemilik tulang rusuk. Nah disini akan kita cermati tentang suatu kebenaran antara wanita dengan costa.
Mengutip dari ilmu kedokteran:
Bahwa tulang rusuk dibagi menjadi 12 pasang
7 pasang tulang rusuk sejati
3 pasang tulang rusuk palsu, dan
2 pasang tulang rusuk melayang.
Dari sini seorang wanita yang muslimah, dalam hidupnya meniti jalan ke akhirat, akan terbagi menjadi tiga, yaitu :
- Seorang muslimah yang sejati (sholehah, perwujudan cinta sejati karena Allah)
- Seorang muslimah yang palsu (muslimah yang memalsukan kesholehannya)
- Dan seorang muslimah yang melayang (muslimah yang dapat dengan mudah terbawa arus perkembangan zaman dalam artian yang sesungguhnya ghodzul fikr)
- Bengkok?sifat ?negatif?
- Dari Hadist di atas Mengapa Nabi mengungkapkan kalimat tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas?
Itu artinya makin ke bawah akan makin kita temukan kebengkokannya semakin berkurang? artinya Allah ambil dari bahan tulang rusuk Adam yang paling sedikit kebengkokannya, sebagai bentuk ke Maha Tahuan Allah atas kelemahan kaum lelaki yang tentu akan sangat sulit apabila diamanahi untuk meluruskan bagian yang paling bengkok. karena itu dipilihkan bagian terbawah, yang kebengkokannya paling sedikit agar upaya meluruskannya pun jauh lebih mudah.
- Indahnya kata-kata Rasulullah yang menyebutkan agar kaum lelaki memperlakukan kaum perempuan dengan sebaik-baiknya?
- Jika diluruskan sekaligus pasti akan mematahkannya namun apabila dia dibiarkan dalam keadaan bengkok maka mereka akan tetap dalam kebengkokannya?(kenegatifannya, sifat wanita yang merusak)
- “Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah wanita yang salehat, maka dia telah dibantu dalam sebagian agamanya; maka bertakwalah pula kepada Allah dalam sisanya yang sebagian.” seorang laki-laki sholeh (1/2) yang beristerikan wanita sholihah (1/2), berarti telah menggenapkan separuh dari agamanya.
So what’s the point? Membaca sedikit pendapat dan kutipan-kutipan diatas saya semakin tahu bahwa memang benar Alloh itu menciptakan wanita yang merupakan bagian yang sangat penting dari seorang laki-laki begitu juga sebaliknya. Pernyataan2 di atas-lah yang selalu membuat saya tersenyum dan pernyataan itulah yang selalu menimbulkan pertanyaan siapa sebenarnya tulang rusuk-ku itu. ^__^
14 Jun
Kejujuran “The Lost Value”

Dimanakah kejujuran itu? Sedikit demi sedikit nilai itu hilang dari nurani kita, entah apa, bagaimana sebabnya, sebuah niali yang sangat mendasar yang ada pada hati nurani kita yang sangat sulit untuk dipertahankan. Adalah kata pasti bahwa kejujuran itu selalu berpihak kepada hati nurani manusia yang normal namun kadang-kadang atau malah sering kita sebagai manusia terlalu terbuai oleh kenikmatan berbohong. Sungguh sangat ironis sebuah dasar dari kehidupan yang selama ini diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan kebenaran malah semakin melemah dengan semakin berkurangnya moral di negeri ini.
Kisah di Surabaya yang memperlihatkan betapa kejujuran itu sudah sangat menipis di hati nurani kita, dengan mengungkapkan sebuah kebenaran dengan harapan adanya sebuah kebaikan yang mampu mengawal generasi penerus bangsa ini malah caci dan maki yang di dapat, sungguh membuat hati ini merasa miris dan saya yakin masih banyak lagi kisah-kisah serupa yang tak terungkap. Miris sekali melihat kasus seperti itu, masa SD yang merupakan pendidikan mental dasar pada anak-anak sudah dikotori dengan pendidikan yang salah kaprah. Seorang anak dalam pedidikan dasar harusnya mendapat pendidikan moral yang baik dari lingkungan akademis dalam hal ini sekolah dan non akademis dalam hal ini keluarga dan pergaulan malah diputar balikkan pemikirannya oleh orang yang seharusnya mengantarkan mereka pada nilai2 kejujuran. Ketika pendidikan moral yang buruk apakah yang kita dapatkan nanti sebagai produk atas pendidikan yang tidak baik ini? Mudah-mudahan hal tersebut dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kualitas pendidikan kita yang masih perlu dipertanyakan.
Seiring semangat pemberantasan korupsi seharusnya dalam pendidikan kita diletakkan pendidikan moral khususnya kejujuran sebagai dasar mental yang baik bagi anak-anak sebagai pemimpin masa depan. Kepada Bapak, Ibu jangan pernah beranggapan bahwa hasil yang baik akan membawa kebaikan namun proses yang baiklah yang akan membawa kepada hasil yang baik. Yakinlah bahwa kualitas dari dari sebuah proses akan sangat menentukan hasil, janganlah tertipu oleh romantisme instan yang sesaat, tentunya Bapak dan Ibu sangat lebih mengerti apa itu kejujuran daripada anak-anak, ya setidaknya ajarilah betapa berharganya jujur itu. Tentunya Bapak dan Ibu tidak mau anak-anakmu nanti menjadi anak-anak yang selalu bersikap dan bertindak tanpa moral tentu saja akan sangat merugi. Bapak dan Ibu juga akan sangat bisa melihat seperti apa negara kita ketika kejujuran itu sudah tidak menjadi dasar moral kita.
Masalah pendidikan di negeri ini juga tak kalah penting kalau bisa dikalkulasi seberapa banyak sih jam buat pelajaran moral dan rohani yang ada pada sekolah dasar kita? Paling 1 banding 8 itupun kalau gurunya masuk, sedangkan seberapa banyak sih interaksi moral diluar lingkungan akademis melihat zaman sekarang orang tua sibuk dengan pekerjaan, dengan arisan-arisannya, dengan rumpi-rumpinya, ditambah lagi pengaruh negatif dari luar seperti televisi dan internet tanpa batasan akan semakin mengikis moral genarasi penerus bangsa ini. Berbagai permasalahn itulah yang membuat sulitnya memberikan pendidikan moral yang baik pada anak-anak kita
Sedikit usulan dari saya, untuk yang memiliki otoritas pendidikan di negeri ini perlu saya tegaskan lagi bahwa dasar mindset seseorang adalah pendidikan dan untuk pendidikan di negeri kita tercinta ini akan sangat baik ketika ditambahkan pelajaran baik praktik formal maupun informal yang menyangkut moral dan etika yang nantinya akan bermanfaat di kedepannya. Yang kedua adalah kepada Bapak dan Ibu pemilik generasi emas negeri ini marilah kita poles emas-emas kita anak-anak kita dengan pendidikan moral dan etika yang baik apapun itu bentuk dan caranya yang mana nantinya generasi emas ini akan menjadi emas yang selalu berkilau akan moral dan etika kedepannya dan andalah yang sangat berkesempatan melakukan pendidikan itu.
10 May
SEANDAINYA ENGKAU HALAL BAGIKU
Yepp…apakah yang ada di benak kita ketika membaca tulisan ini? Pernikahan, halal-nya seorang perempuan bagi anda atau malah hal-hal yang lain. Silahkan punya persepsi masing-masing, coba kita melihat kata seandainya “emmm…” berarti kita hanya mencoba untuk berfikir dan membayangkan ada apa setelah kata ”seandainya” itu dan ternyata kata itu adalah “engkau halal bagiku.
Sebenarnya apakah ada yang salah dengan kalimat ini, sebagai orang muslim kita semua tahu bahwa dalam berucap, berucaplah yang bermanfaat atau diam. Dan apakah kata seandainya ini memang harus keluar ketika kita ingin berucap, mari sedikit kita bahas. Disini saya mengutip pendapat seorang ulama
Bentuk pengandaian terlarang yang lainnya yaitu apabila ditujukan untuk:
(1) Menentang hukum syari’at. Seperti ucapan kaum munafik yang membelot dari pasukan kaum muslimin, “Seandainya mereka (para sahabat) menaati kami (membelot dan tidak taat kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam) niscaya mereka tidak akan terbunuh (dalam perang Uhud)”. Ucapan ini haram dan bahkan bisa menjerumuskan ke dalam kekafiran
(2) Menentang takdir. Seperti ucapan, “Seandainya aku tidak dilahirkan oleh ibuku”. Perkataan semacam ini haram karena di dalamnya terdapat penolakan terhadap takdir.
(3) Beralasan dengan takdir untuk melegalkan kemaksiatan. Seperti perkataan orang-orang kafir, “Seandainya Alloh ingin niscaya kami tidak akan berbuat syirik” (Al An’aam: 148) Ini jelas batil dan haram hukumnya.
(4) Untuk berangan-angan yang tercela. Misalnya dengan berkata, “Seandainya aku punya uang aku akan membeli khamr”. Maka dengan tekad dan ucapan semacam ini dia juga berdosa, sebagaimana orang yang benar-benar melakukannya mendapatkan dosa.—
Akan tetapi ada pengandaian yang diperbolehkan:
(1) Berandai-andai dalam mengangankan sesuatu yang terpuji. Misalnya mengatakan, “Seandainya saya punya harta saya akan bersedekah sebagaimana si fulan.
(2) Berandai-andai untuk sekedar mengabarkan keadaan. Sepeti perkataan, “Seandainya kamu tadi datang pelajaran niscaya kamu mendapatkan faidah yang berharga.” Seperti sabda Nabi, “Seandainya kaummu bukan orang yang baru masuk Islam niscaya akan aku pulihkan bangunan ka’bah di atas pondasi yang diletakkan oleh Ibrahim.”
(lihat Al Qaul Al Mufid, Syaikh Al ‘Utsaimin dan Ibthaalu tandiid, Syaikh Hamad bin ‘Atiq rohimahumalloh)
Melihat seperti apa pengandaian yang benar seperti teori diatas dan kita bandingkan dengan pengandaian yang kita bahas. Pertama apakah tujuan dari pengandaian itu, dan seberapa besar manfaat dan mudharatnya (“terlalu jauh ngga sih..?”). Okelah mungkin kalau dilihat dari substansinya “Seandainya engkau halal bagiku” memang bagi orang yang iman-nya sedang lemah ada kesempatan untuk mengarah kepada hal yeng negatif.
Yaah…untuk menjaga ketulusan niat dan kebenaran dalam berusaha (semua hal yang kita kerjakan tergantung niat CMIIW..), dan untuk sedikit menjauhkan dari hal-yang negatif, seyogyanya kita ganti-lah redaksi pengandaian kita, “seperti apa…? yaaa yang jelas dan mateb sekalian gitu, seperti “maukah engkau halal bagiku” (ini niih yang gentle….betul tidaak) atau “ya Alloh hamba-Mu memohon halalkanlah si fulan bagiku”(mudah2an Alloh mengabulkan)…naaah gitu kan lebih manteb.
Yang jelas segerakan-lah ketika sudah waktunya engkau untuk menyegerakan kehalalan dirimu bagi muhrim-mu….”jieeee”. EEE??!!…beneran kok!.
Sebuah kutipan dari sebuah ayat Al-Quranul kariim
English version….
And of His signs is that He created for you from yourselves mates that you may find tranquillity in them; and He placed between you affection and mercy. Indeed in that are signs for a people who give thought. (Q.S.30:21 ).
Niih bahas endonesa-nya…
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang “ (Q.S.30:21 ).
Btw surat ke 30 apa hayooo……
Beneeer Ar-Rum…
Naah lha wong di Alquran saja sudah difirmankan oleh Alloh bahwa telah diciptakan istri-istri (untuk mendapatkan seorang istri sudah pasti harus nikah dulu tho…?). hayooo saudaraku makanya cepet-cepet. Masa ga berani…? Hari gini ga berani….?
Bagi yang sudah mencoba dan belum berhasil berusaha terus, semoga kita mendapatkan apa yang terbaik bagi kita.
JANGAN CUMA BERANDAI-ANDAI TERUS.
28 Apr
Cinta Damai
Sudah lama saya tidak memperbarui blog…yahh sedikit ingin cerita tentang suasana di Ibu Kota, dimana sangat sulit sekali yang namanya mencari kedamaian dan ditulisan saya kali ini saya akan sedikit mengulas apa sih sebenarnya sedikit makna dari “damai” itu. Mungkin sepenggal cerita ini biasa di alami oleh orang-orang.
CERITA PERTAMA
Diceritakan pada waktu itu tanggal tua dan kondisi kantong yang tipis (sungguh jauh dari kata damai), habis sholat maghrib maghrib saya pulang dari kantor, dan lewatlah di daerah Gandaria, maunya sih langsung menuju tanah kusir…ee macetnya luuuar biasa nah pas ketemu macet saya liat peluang untuk menerobos kemacetan dengan mennyebrangi sungai kendaraan di jalan arteri pondok indah dan melewati jalur searah sekitar 2o meteran (sekali lagi hanya untuk mencari kedamaian)….masuklah ke gang agak remang-remang (lampu dipadamkan #sengaja tuuh)….dan secara tiba – tiba bapak P*l*si…Mak Bedunduk….ada di hadapan dengan bawa tongkatnya yang menyala merah merona.…..ampuuun deh batin …dan ter jadilah sebuah conversation yang cukup keren:
P*l*si : Maaf Dek anda menerobos jalur searah…….
saya : iya nih pak sy buru2 (kebetulan saya pas boncengan ama temenane…emang lg buru2)….
P*l*si : STNK sama SIM tolong ditunjukkan….
Saya : ini pak….
P*l*si : abis kerja ya dek….
Saya : IYA pak
p*l*si : terus gimana nih dek ?
Saya : ditilang ya pak? ya udah ditilang aja pak…
P*l*si : ditilang apa Damai kalo ditilang ngambilnya besok jam satu di kantor ******. (buseet..ada penawaran lagi…)
Saya : baru inget kalo besok siang mau diajak bos ke bogor…..(waduh) yaa terpaksa saya jawab Damai aja deh pak…..Eh si bapak malah tersenyum…..(Dasar….!!!!!) ane tanya lagi Berapa Pak?
P*l*si : 50.000 aja dek kalo sidang kan jauh tuh cukup itu aja…..
Saya : Sompret (dalam hati) 50 rebu pak…gak boleh kurang?
P*l*si : biasanya segitu dek….kalo melanggar..(pakai biasanya lagi…&&##!!)
saya : Kampret (dalam hati) ada tarifnya lagi…..ya udah deh pak ini 50 rebu (sy kasian liat bapaknya dah malem2 masih nyari duit……walopun dari dompet orang) ya udahlah ane ikhlasin (#mbrebes mili…dompet kosong)
P*l*si : lain kali jangan di ulangi ya dek…hati2 di jalan…..
saya : Dasar bapak2 kalo tanggal tua…..
CERITA KEDUA
Pada suatu hari tepatnya hari minggu saya pulang dari duren sawit, habis bermalam di kos-kosan teman, malam harinya kita nonton final liga champion…What a day….. Nah paginya dengan mata yang sangat ngantuk saya memaksakan diri naik motor untuk menempuh rute Duren sawit-Bintaro via Kuningan, dari duren sawit saya lewat manggarai terus ke jalan Sultan Agung, maksud hati pengen lewat Kuningan (Rasuna Said) dan di pertigaan inilah kisah ini terjadi…mari ke TKP:
Saya : Wah ada Pemeriksaan, tapi amaaan semua surat lengkap dan tidak melanggar…(dalam hati).
Patroli : prriiit….minggir….
saya : minggir dan mematikan motor
P*l*s* : SIM dan STNK dek (sudah SOP-nya kali-yaa…??)
saya : Nih Paaak….(dengan senang-nya)
P*l*s* : celingak celinguk liat kiri liat kanan, (diputerin tuh motor)….adek melanggar….!!!
saya : WHAAAAAAT….???!!(dalam hati) melanggar apa pak???
P*l*s* : adek tidak menyalakan lampu…pada saat bermotor (menurut undang-undang &%#$#$…itu MELANGGAR…
saya : lahh…saya belum tahu pak UU-nya..?
P*l*s* : wah kalau itu urusan adek….kalau uu sudah ada berarti peraturan harus dipatuhi.
saya : bener juga nih bapak (dalam hati # applause)….tapi yang lain kok nggak di suruh berhenti pak…..???
P*l*s* : TANGAN SAYA KAN CUMA SATU…..
saya : Jawaban opoooo iki…(DUh GUSTIIII….)
P*l*s* : ditilang apa Damai kalo ditilang ngambilnya besok jam satu di kantor ******. (buseet..ada penawaran lagi…)
saya : kantornya dimana pak….dan kapan?
P*l*s* : Jaksel mas…lenteng agung tapi 15 hari lagi yaa…
saya : waah damai aja deh pak…….(masa 15 hari lagi…)
P*l*s* : berjalan ke pos mengambil kertas…(saya pikir ambil surat tilang)…eee ternyata ambil tarif…dan berkata: 200 rebu dik…ini tarif-nya (mungkin memang ada..)
saya : 200 rebu pak….(ane ambil dompet) adanya cuma 50 rebu pak di dompet…
P*l*s* : segini juga ga papa……lain kali jangan di ulangi ya dek…hati2 di jalan….
saya : (Hadeeeeeehhh…)
KESIMPULAN:
Damai itu adalah sebuah perjuangan dimana untuk mendapatkannya butuh pengorbanan dan ternyata Damai itu memang berkah bagi mereka yang membutuhkan………semoga berbagai jalan untuk menempuh kedamaian dapat memberikan manfaat bagi yang menginginkan dan mencari-arti dari kedamaian itu……salam DAMAI….damai pak…hehehe
21 Sep
Catatan 4 September
Catatan 4 september 2010
24 tahun bukanlah masa yang pendek, 24 tahun bukan juga bukan waktu yang lama setidaknya, 24 tahun sudah saya diberikan kesempatan untuk hidup dan menikmati semua nikmat dan karunianya..huffth…jadi ber pikir apaa yang telah saya lakukan selama 24 tahun ini…banyak kesempatan datang dan pergi dan banyaak kesempatan yang telah saya sia siakan…dan lagi-lagi penyesalan lah yang selalu terbayang….bertambah lagi umur saya dan berkuranglah usia saya di dunia ini. Sebenarnya bisa di bilang banyak sekali ilmu yang di tampakkan oleh Al ‘alimu…tapi apakah hambanya yang satu ini bisa mengambil hikmah dari setiap ilmu yang Beliau tampakkan….nyatanya belum juga…. Mudah-mudahan dengan sedikitnya bekal ini…saya selalu diberikan kekuatan untuk menghimpun dan memberikan banyak manfaat kepada sesama sebagai bekal saya kelak di akhirat nanti.
Terima kasih tak terhingga kepada keluarga dan teman-teman semua yang selama ini telah mendampingi menyertai kehidupan saya selama 24 tahun ini. terimakasih atas doa dan kebaikan kalian…semoga doa tersebut juga dilimpahkan untuk keluarga dan teman-teman semua. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, memberikan kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat untuk kita semua. Amiin
Ya Allah,
Hari ini aku dalam kekhusukan dan keihlasan dihadapan hamparan rezekimu…
Ya Allah,
Kau ciptakan aku dari tiada, menjadi ada…
Kemudian kau kembalikan aku kepadamu,…
Ya Allah,
Kehidupanku bejalan dan berputar sesuai dengan kehendakmu
Ya Allah,
Hari ini telah sampai usia ku dalam kedewasaan, jadikanlah aku menjadi khusuk dan tawaduk dalam menerimah hikmah dan berkahmu
bertambah usia dalam hitungaku, berkurang pula usiaku dalam hitunganmu..
Ya Allah,
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatmu yang lain
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaranmu
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku.
Ya Allah,
Jadikanlah aku termasuk ke dalam orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan
Ya Allah,
Terimakasih Engkau telah mengangkat aku menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi
Terimakasih engkau telah memberikan Cahaya Keimanan kepada kami agar kami dapat mengenalmu,
Terima Kasih Ya Allah…Ya Rabbi……
9 Aug
Eling-Eling
Poro Sedherek
Poro sederek kulo sedoyo, jaler estri enom lan tuwo, Mumpung urip no alam dunyo, saben waktu podo ilingo.
Ngelingono yen ono timbalan timbalane ra keno wakilan , Timbalane kang Moho Kuoso gelem ora bakale lungo.
Yen lungane ora dinyono, sugih miskin bakale mrono, Dunyo brono ditinggalno, sing digowo amal ing dunyo
Disalini penganggo putih yen wis budal ora biso mulih , Tumpakane kereta jawa roda papat rupa manungsa.
Jujugane omah guwo tanpo bantal tanpo keloso, Yen omahe gak ono lawange turu dewe gak ono rewange.
Ditutupi anjang-anjang, diuruki den siram kembang , Tanggo dulur podo sambang podo nangis koyo wong nembang.
Lamun ing kubur bakal ditarap, ditakoni karo malaikat, Takon sepisan ora den jawab daging balunge pating pencelat.
Mulo dulur podo’o tobat sak durunge ketekan sekarat, Ayo podo ngelakoni sholat, bakal slamet dunyo akherat.
(H.M. Ali Ghufron)
Rugi dunyo I
Poro sederek monggo jama’ah kersane angsal ganjaran kathah perkoro repot dibagi-bagi godane setan pun dituruti
Rugi dunyo ora sepiro’o, rugi akherat bakal ciloko , ono kubur bakal disikso munkar lan nakir kang bakal nyikso.
Rugi ndunyo II
Rugi dunyo gaksepiro’o, rugi akherat bakal ciloko Sebab dunyo wot-wotane, kangge nuju akherate.
Wong uripe sregep ibadah, ono ing kubur bakale nikmat , Wong kang akeh mak siyate, nang neroko piwalese.
Urip ndik ndunyo mung sedelo, sing suwe ana akhirate, Bejo temen wong kang ibadahe ciloko kang akeh maksiyate.
Jelatah-pangkat pepaesing dunyo, ibadah-maksiyat pilihan iro, Akeh maksiyat olehe neroko, sregep ibadah oleg swargo.
(H.M. Ali Ghufron)
Dulur-Dulur I
Dulur-Dulur Muslimin Muslimat
Ayo Pada Nggolek Sangu Akhirat
Sak Durunge Ketekan Sekarat
Ana Ing Kubur Bakal Ditarap
Bakal Ditakoni Karo Malaikat
Amal Kita Ora Ana Sing Kliwat
Ayo Pada Ngelakoni Sholat
Rina Wengi Mumping Sik Sempat
Zaman Sak Iki Wis Jedek Kiamat
Akeh Wong Seneng Ngekoni Maksiyat
Ninggalno Sholat Lan Emoh Mbayar Zakat
Wis Kadung Kroso Nikmat Lali Akhirat
Dulur-Dulur Ayo Pada Sregep Ngaji
Sak Durunge Ketekan Pati
Tinimbang Getun Onok Ing Dino Mburi
Urip Ndik Ndunya Ora Bisa Dibaleni
Konco-Konco Sing Sik Seneng Ndem-Ndeman
Dulur-Dulurku Sing Seneng Togelan
Ayo Podo Dicegah Gak Terus-Terusan
Sebab Mendem Koya Wong Edan, Seneng Togelan Ngrusak Masa Depan
Seneng Tombokan Gak Iso Dadi Jutawan
Sing Akeh Mari Oleh Tambah Jorjoran
Wong Main Ngono Direwangi Syetan, Dijak Seneng Gae Konco Langganan
Konco Nom-Noman Sing Sregep Nyelengi,
Yen Wis Akeh Duete Digawe Rabi
Calon Bojone Yo Iso Nyenengi, Morotuwane Yo Melok Nyenengi
Sregep Tangi Ing Tengah Wengi
Dulur-Dulur Ayo Pada Sadar,
Sak Durunge Ketekan Modar
Tinimbang Getun Gak Kenek Dibayar
Urip Ndik Ndunya Iku Mung Sak Gebyar
(H.M. Ali Ghufron)
Sebuah syair yang mungkin sering sekali terdengar ditelinga khususnya orang-orang pedesaan, syair itu terkadang terdengar sesaat setelah azan sholat dikumandangkan, syair yang sederhana tapi sarat akan makna, beberapa pesan tersimpan rapi dalam syair yang di lagukan sedemikian rupa, dan mengingatkan kita akan bagaimana kita menyikapi kehidupan yang begitu dekat dengan yang namanya maut, apa kita sudah mempersiapkan, akan menyiapkan atau malah sama sekali belum mempesiapkan diri dalam menghadapi hal itu. dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda ” Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesdudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalannya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalannya.”. Intinya sudah siapkah kita? mari mempersiapkan kita diri.
3 Aug
PENGUMUMAN USM STAN
PENGUMUMAN USM STAN
Setelah sekian lama ditunggu-tunggu oleh para calon penjaga keuangan negara…..
Monggo didownload
USM 2010
30 Jul
Do’a dan Harapan….
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat AgungMu.
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga. Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan “Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.
(Sebuah do’a yang dikutip dari laman web blog www.muslimah.web)
Sungguh luar biasa orang yang menulis do’a ini, ketika membaca baris demi baris memang saratakan makna….namun yang ada 2 hal dalam benak saya ketika membaca do’a ini. Yang pertama apakah saya mampu menjadi orang seperti dalam do’a itu dan yang kedua adakah saya mempunyai kesempatan untuk dido’akan oleh seseorang dengan do’a yang sama seperti itu. Semoga makna dari do’a itu bisa memacu sikap kita, tingkah laku kita serta amalan ibadah kita agar paling tidak mendekati kriteria dalam do’a tersebut….dan itu merupakan sebuah harapan bagi saya…..




